Alam benar2 eksotis.. ini adalah ucapan yang sempat terucap waktu nonton film ini. Fuuuiiih… Sean Penn memang layak diacungi jempol.
Kali ini, dia alih profesi sebagai sutradara dan penulis skenario. Into the wild diambil dari kisah petualang Christopher McCandles yang mati muda di belantara Alaska. Diadaptasi dari buku dengan judul yang sama karangan John Krakauer.

Alur film emang bolak-balik. Awalnya,diperlihatkan Chris yang menemukan Bus di tengah Alska yang sedang bersalju. Kelak,bus ini disebut MAgic Bus yang menjadi tempat tinggal Chris sampai ia mati keracunan. Kemudian alur berbalik pada adegan saat Chris lulus dari Emory University. Kemudian saat ia memutuskan untuk melakukan perjalanan. Melewati Arizona, California, SOuth Dakota, hingga Meksiko. Sampai ia bertemu dengan orang2 yang mrubah pandangan hidupnya.
Suguhan gambar di film ini benar2 menakjubkan. Pengambilan gambar dilakukan layaknya pengambilan gambar National Geographic dan Discovery Channel. Menurut sebuah situs tentang info film, crew harus bolak-balik untuk mengambil gambar Alaska yang bersalju. Sean pun membutuhkan waktu 10 tahun untuk pembuatan film ini. Ijin keluarga McCandless untuk memfilmkan kisah anak mereka sulit keluar.
Chriss memang mati muda demi mempertahankan idealitas nya untuk melawan kemapanan. Mengembara mencari kebahagiaannya sendiri. Tp di akhir film,menjelang akhir hayatnya, Chriss menuliskan sesuatu di buku catatannya. “Happiness only real when shared…”